Siaga Perang AS-Iran Menuju PD 3, China dan Rusia Ikut Campur
Ketegangan AS-Iran meningkat drastis dengan keterlibatan China dan Rusia. Dunia khawatir eskalasi konflik bisa memicu Perang Dunia ketiga.
Eskalasi Ketegangan AS-Iran
Dunia kembali diselimuti kekhawatiran setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Situasi semakin rumit dengan keterlibatan China dan Rusia yang secara terbuka menunjukkan dukungan mereka terhadap Teheran.
Iran dilaporkan telah membeli rudal senilai Rp 10 triliun dari Rusia, sementara beberapa negara mulai meminta warganya meninggalkan wilayah Iran.
Kronologi Eskalasi
Pembelian Senjata Iran
Iran telah memperkuat arsenal militernya dengan pembelian sistem rudal canggih dari Rusia. Langkah ini dipandang sebagai persiapan menghadapi potensi serangan militer AS.
Perundingan Nuklir
Di sisi lain, perundingan nuklir Iran-AS kembali dibuka. Teheran mengajukan tiga syarat utama:
- Pencabutan seluruh sanksi ekonomi
- Jaminan keamanan dari AS
- Pengakuan hak program nuklir damai Iran
Insiden di Perairan Karibia
Situasi semakin memanas setelah terjadi baku tembak antara pasukan Kuba (sekutu Iran) dan kapal AS di perairan Karibia. Insiden ini menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak.
Peran China dan Rusia
Dukungan Rusia
Rusia secara terbuka mendukung Iran melalui:
- Penjualan sistem pertahanan udara S-400
- Transfer teknologi rudal balistik
- Latihan militer bersama di Laut Kaspia
- Dukungan diplomatik di Dewan Keamanan PBB
Posisi China
China mengambil posisi lebih hati-hati namun tetap mendukung Iran:
- Pembelian minyak Iran meski ada sanksi AS
- Investasi infrastruktur senilai miliaran dolar
- Mediasi diplomatik untuk mencegah konflik terbuka
Kekhawatiran Perang Dunia III
Para analis geopolitik memperingatkan bahwa pola aliansi yang terbentuk — AS dan sekutu vs Iran-Rusia-China — mengingatkan pada konstelasi menjelang perang dunia sebelumnya.
Namun, mayoritas pakar masih optimis bahwa semua pihak memiliki kepentingan untuk menghindari konflik berskala besar, mengingat dampak destruktif yang akan ditimbulkan.
Dampak bagi Indonesia
Sebagai negara non-blok, Indonesia mengambil posisi netral namun aktif:
- Diplomasi — mendorong dialog damai di forum PBB
- Ekonomi — mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia
- Keamanan — memperketat pengawasan jalur laut strategis
- Energi — mempercepat diversifikasi sumber energi
"Indonesia terus mendorong semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog diplomatik." — Kementerian Luar Negeri RI
Situasi ini akan terus berkembang dan memerlukan pemantauan ketat dari seluruh komunitas internasional.

Ditulis oleh
Anla HarpandaFull Stack Web Developer & UI/UX Designer. Berpengalaman dalam Next.js, Express.js, Laravel, dan React.